REPRESENTASI TOKOH WAYANG SEMAR DALAM RUANG PANOPTIK: ANALISIS KEKUASAAN, PENGAWASAN, DAN PRODUKSI SUBJEKTIVITAS

Authors

  • Kiki Nurjaman Universitas Pasundan
  • M. Budiana Universitas Pasundan

Keywords:

representasi, Semar, panoptikon, Michel Foucault, kekuasaan, budaya Jawa

Abstract

Artikel ini membahas tokoh wayang Semar sebagai representasi mekanisme kekuasaan yang bekerja melalui pengawasan simbolik, internalisasi norma, dan pembentukan subjektivitas dalam kebudayaan Jawa. Dengan menggunakan perspektif Michel Foucault, khususnya konsep panoptikon, kekuasaan-pengetahuan (power/knowledge), kekuasaan pastoral (pastoral power), governmentality, dan teknologi diri (technologies of the self), penelitian ini menempatkan Semar sebagai aparatus budaya yang mengatur perilaku manusia secara halus namun efektif. Data penelitian bersumber dari dua transkrip mengenai filosofi dan ajaran Semar dalam kebudayaan Jawa, yang memuat penjelasan mengenai asal-usul, simbolisme tubuh, dan ajaran etis-spiritual Semar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semar menjalankan fungsi pengawasan tanpa paksaan. Kehadirannya tidak bersifat represif, melainkan produktif, karena ia membentuk kesadaran moral yang mendorong individu untuk mengawasi dirinya sendiri. Ajaran seperti Ojo Dumeh, Eling, Waspada, Tadah, Peradah, dan Ora Wegah berfungsi sebagai teknologi diri yang membentuk subjek ideal Jawa: rendah hati, reflektif, spiritual, produktif, dan bertanggung jawab sosial. Dalam kerangka panoptik, Semar dapat dipahami sebagai figur yang tidak selalu terlihat, tetapi selalu dirasakan kehadirannya, sehingga nilai-nilai yang diwakilinya terus hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat Jawa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, Benedict R. O'G. 1990. Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.

Arifin, Zainal. 2016. “Semar sebagai Simbol Kepemimpinan Jawa.” Jurnal Humaniora, 28(2), 145–158.

Barker, Chris. 2012. Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage.

Brandon, James R. 1970. On Thrones of Gold: Three Javanese Shadow Plays. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Budiono, Heru. 2018. “Representasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tokoh Semar.” Jurnal Kajian Komunikasi, 6(1), 75–89.

Dokumen “Filosofi dan Ajaran Semar dalam Kebudayaan Jawa.”

Endraswara, Suwardi. 2003. Mistik Kejawen. Yogyakarta: Narasi.

Endraswara, Suwardi. 2013. “Semar dalam Perspektif Mistisisme Jawa.” Jurnal Kebudayaan Jawa, 8(1), 1–15.

Foucault, Michel. 1977. Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Pantheon Books.

Foucault, Michel. 1980. Power/Knowledge. New York: Pantheon Books.

Foucault, Michel. 1982. The Subject and Power. Critical Inquiry, 8(4), 777–795.

Foucault, Michel. 1988. Technologies of the Self. Amherst: University of Massachusetts Press.

Foucault, Michel. 1991. Governmentality. In G. Burchell et al. (Eds.), The Foucault Effect. Chicago: University of Chicago Press.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Hall, Stuart (Ed.). 1997. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage.

Haryanto, Sindung. 2014. “Wayang sebagai Media Komunikasi Tradisional.” Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2), 101–117.

Keeler, Ward. 1987. Javanese Shadow Plays, Javanese Selves. Princeton: Princeton University Press.

Magnis-Suseno, Franz. 1997. Javanese Ethics and World-View. Jakarta: Gramedia.

Mulder, Niels. 1996. Mysticism in Java. Yogyakarta: Kanisius.

Mulyono, Sri. 1982. Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang. Jakarta: Gunung Agung.

Nurgiyantoro, Burhan. 2011. Wayang dan Pengembangan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Purwadi. 2007. Filsafat Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka.

Sears, Laurie J. 1996. Shadows of Empire. Durham: Duke University Press.

Slamet, Subiyantoro. 2010. “Semar dan Etika Kepemimpinan Jawa.” Jurnal Filsafat, 20(3), 233–247.

Soetarno. 2005. Wayang Kulit dan Perkembangannya. Surakarta: STSI Press.

Sutrisno, Mudji. 2005. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Zoetmulder, P. J. 1990. Manunggaling Kawula Gusti. Jakarta: Gramedia.

Downloads

Published

2026-05-20

Issue

Section

Section