MELAMPAUI FEAR OF MISSING OUT: STUDI KUALITATIF INDUKTIF TENTANG KETERLIBATAN REMAJA DALAM TAWURAN
DOI:
https://doi.org/10.23969/humanitas.v8i1.40260Keywords:
Tawuran Remaja, FOMO, Dinamika Kelompok SebayaAbstract
Aksi tawuran yang terjadi dikalangan remaja merupakan fenomena sosial yang berulang dan mencerminkan kompleksitas dinamika lingkungan remaja. Aksi tawuran dianggap sebagai bentuk pengakuan dan penerimaan sosial jati diri remaja dalam fase perkembangan psikologis yang ditandai oleh ketidakstabilan secara emosi. Dalam konteks budaya digital, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kerap diasumsikan sebagai faktor utama pendorong keterlibatan remaja pada aksi tawuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran FOMO dalam keterlibatan remaja pada kasus tawuran dengan memahami faktor-faktor sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif guna mendeskripsikan dan memahami pengalaman subjektif remaja terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada keterlibatan tawuran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-struktur terhadap informan yang memiliki pengalaman terlibat tawuran dengan dokumentasi dan observasi kontekstual yang mendukung data. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih informan untuk mendapat data akurat dengan berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka terhadap fenomena yang diteliti. Data dianalisis secara tematik melalui tahapa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawuran dimaknai sebagai bagian dari identitas kolektif dan budaya kelompok sebaya. Keterlibatan remaja dalam aksi tawuran merupakan hasil dari tekanan dari kelompok, solidarits sosial dan normalisasi budaya kekerasan yang menjadi faktor utama dalam keterlibatan remaja, sementara FOMO muncul secara tebatas sebagai bentuk ketakutan kehilangan relasi, pengakuan sosial dan posisi dalam kelompok. Faktor utama yang memengaruhi keterlibatan remaja pada tawuran lebih dipengaruhi oleh dinamika budaya dan tekanan sosial dibandingkan FOMO semata, sehingga perlu adanya strategi pencegahan dalam penguatan kontrol sosial dan dekonstruksi norma kelompok sebaya dalam lingkungan sosial remaja.
KATA KUNCI: Tawuran Remaja, FOMO, Dinamika Kelompok Sebaya







