ANALISIS KERAWANAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN BULIIDE, KOTA GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.23969/humanitas.v8i1.60279Abstract
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kota Gorontalo dan memberikan dampak terhadap aktivitas sosial, ekonomi, serta lingkungan masyarakat. Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan banjir akibat kondisi topografi yang relatif datar, tingginya curah hujan, perkembangan kawasan permukiman, serta kedekatan dengan Sungai Bone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir dan menghasilkan peta kerawanan banjir sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi bencana di Kelurahan Buliide. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode Weighted Overlay. Analisis dilakukan melalui pembobotan terhadap lima parameter utama, yaitu curah hujan (30%), kemiringan lereng (25%), penggunaan lahan (20%), jenis tanah (15%), dan jarak dari sungai (10%). Data yang digunakan meliputi data curah hujan BMKG, DEMNAS, citra Sentinel-2A tahun 2024, Peta Jenis Tanah BPTP, dan RBI skala 1:25.000. Seluruh parameter diklasifikasikan, diberi skor, kemudian dioverlay menggunakan perangkat lunak ArcGIS untuk menghasilkan peta tingkat kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan Buliide seluas 432 ha terbagi menjadi tiga tingkat kerawanan, yaitu kerawanan rendah sebesar 94 ha (21,8%), kerawanan sedang sebesar 187 ha (43,3%), dan kerawanan tinggi sebesar 151 ha (34,9%). Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi umumnya berada pada kawasan dataran rendah di sekitar Sungai Bone dan anak sungainya, serta didominasi oleh kawasan permukiman dengan kemampuan infiltrasi tanah yang rendah. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa curah hujan merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap perubahan tingkat kerawanan banjir, diikuti oleh kemiringan lereng. Hasil validasi terhadap data kejadian banjir menunjukkan bahwa 84% titik kejadian banjir berada pada zona kerawanan tinggi, sehingga model yang digunakan dinilai memiliki tingkat kesesuaian yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Weighted Overlay berbasis SIG mampu mengidentifikasi dan memetakan tingkat kerawanan banjir secara efektif di Kelurahan Buliide. Peta kerawanan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang, pengelolaan daerah rawan banjir, serta penyusunan kebijakan mitigasi bencana yang lebih tepat sasaran guna mengurangi risiko banjir di wilayah penelitian.








