The EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PjBL BERBANTUAN STEAM PADA MATA PELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MI

Authors

  • yuli vitriasih Universitas Negeri Semarang
  • Tri Suminar Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.39589

Keywords:

Project Based Learning, STEAM, IPAS, berpikir kritis, hasil belajar

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran IPAS menuntut penerapan model pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) terintegrasi pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dan tes hasil belajar kognitif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, perhitungan N-Gain, uji Wilcoxon Signed Rank, dan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori tinggi dan secara signifikan lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran PjBL terintegrasi STEAM efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS dan dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang SD/MI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Agustin, M., & Syaodih, E. (2008). Bimbingan konseling untuk anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. New York, NY: The Clearing House.

Brabender, V., & Fallon, A. (2009). Group development in practice: Guidance for clinicians and researchers on stages and dynamics of change. Washington, DC: American Psychological Association.

Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Millbrae, CA: Insight Assessment.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Artikel in Press :

Lyznicki, J. M., Young, D. C., Riggs, J. A., Davis, R. M., & Dickinson, B. D. (2001). Obesity: Assessment and management in primary care. American Family Physician, 63(11), 2185–2196.

Jurnal :

Fariq, A. (2011). Perkembangan dunia konseling memasuki era globalisasi. Pedagogi, II(November), 255–262.

Hodgson, J., & Weil, J. (2011). Commentary: How individual and profession-level factors influence discussion of disability in prenatal genetic counseling. Journal of Genetic Counseling, 20(1), 1–3.

Kusumawati, I., Suyanto, S., & Wibowo, A. (2022). Project-based learning berbasis STEAM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 145–154.

Mamahit, C. E. J., Suryanto, S., & Haryanto, H. (2020). Pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 341–350.

Rezkillah, I. I., Rahmawati, Y., & Permanasari, A. (2024). Integrating STEAM in elementary education to enhance higher-order thinking skills. Journal of Science Education, 15(1), 23–31.

Rohman, A., Widodo, W., & Prasetyo, Z. K. (2021). Pembelajaran IPA berbasis proyek untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains, 9(2), 112–121.

Downloads

Published

2026-01-02