PERAN KONTEKS PRAGMATIK PADA PENANDA WACANA “ALSO, NA JA, DAN ÄHM” DALAM PODCAST EASY GERMAN

Authors

  • Angelica Ivana Dwi Kurnia Universitas Negeri Surabaya
  • Agus Ridwan Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41861

Keywords:

peran konteks pragmatik, penanda wacana, podcast, easy german

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran konteks pragmatik dalam penanda wacana also, na ja, dan ähm yang dilakukan pada podcast Easy German  berupa percakapan alami antarpenutur bahasa Jerman. Adapun tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan jenis konteks dan peran konteks pragmatik yang melekat pada setiap penanda wacana.  Data diperoleh dari episode podcast Easy German berjudul “Cari and Manuel Call All Their Friends” (2021). Analisis data dilakukan menggunakan teori Yule dan Schiffrin. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap penanda wacana memiliki peran pragmatik yang berbeda, bergantung pada konteks kemunculannya. Penanda also memiliki jenis konteks linguistik dan pengetahuan bersama yang berperan sebagai penghubung antarujaran, penanda klarifikasi, serta pembentuk simpulan sementara. Adapun penanda wacana na ja memiliki jenis konteks linguistik, sosial, fisik, dan pengetahuan bersama yang berperan sebagai penanda sikap penutur dan penanda akhir ujaran. Sementara itu, penanda ähm dalam podcast Easy German memiliki jenis konteks linguistik yang berperan mempertahankan giliran bicara, penanda jeda berpikir, serta pengelolaan informasi. Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan antara jenis konteks dan pragmatik bersifat saling melengkapi untuk pemahaman penanda wacana dalam tuturan yang penggunaannya tidak dapat dipisahkan dari konteks situasional dan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aijmer, K. (2013). Understanding pragmatic markers: A variational pragmatic approach. Journal of Pragmatics, 52, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2013.02.001

Alami, M. (2015). Pragmatic functions of discourse markers: A review of related literature. International Journal on Studies in English Language and Literature (IJSELL), 3(3), 1–10. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3034.3121

Auer, P. (1996). The pre-front field in spoken German and its relevance as a grammaticalization position. Pragmatics, 6(3), 295–322. https://doi.org/10.1075/prag.6.3.02aue

Easy German Podcast. (2021). Cari and Manuel call all their friends | Easy German Podcast 200 (LIVE) [Audio podcast episode]. Easy Languages. https://easygerman.fm/episodes

Fraser, B. (1999). What are discourse markers? Journal of Pragmatics, 31(7), 931–952. https://doi.org/10.1016/S0378-2166(98)00101-5

Helbig, G., & Buscha, J. (2001). Deutsche Grammatik: Ein Handbuch für den Ausländerunterricht (21st ed.). Langenscheidt.

Koopman, H. (1980). Fillers in German conversation: A functional approach. Linguistische Berichte, 67, 65–85.

Krisdiyanta, N. (2020). Discourse markers in Bahasa Indonesia: The use and the meaning. Jurnal Paradigma Baru dalam Pembelajaran Bahasa Asing, 16(1), 10–18.

Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press.

Rahardi, R. K. (2019). Mendeskripsi peran konteks pragmatik: Menuju perspektif cyberpragmatics. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(2), 164–178. https://doi.org/10.31002/transformatika.v3i2.2333

Ridwan, A. (2017). Stilistika bahasa Jerman. Malang: Universitas Negeri Malang.

Thoma, D. (2018). Diskursmarker im gesprochenen Deutsch: Formen, Funktionen und Erwerbsperspektiven. Narr Francke Attempto Verlag.

Yule, G. (2006). Pragmatik (Terj.). Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-03-08