PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.43961Keywords:
media puzzle, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar matematikaAbstract
Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran konvensional yang cenderung satu arah membuat siswa kurang aktif dan terbatas dalam mengonstruksi pemahaman konsep secara mandiri.Salah satu alternatif solusi adalah pemanfaatan media pembelajaran inovatif, seperti media puzzle, yang berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas manipulatif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 39 Kajai Pisik Kabupaten Agam, menganalisis pengaruh penggunaan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis, serta menganalisis pengaruh penggunaan media puzzle terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun Pelajaran 2024/2025.Sampel dipilih secara acak, yaitu kelas V SD Negeri 39 Kajai Pisik sebagai kelas eksperimen dan kelas V SD Negeri 44 Padang Mardani sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dan tes hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik. Hal ini dibuktikan melalui uji t dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 untuk kemampuan berpikir kritis dan uji korelasi Pearson dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05 untuk hasil belajar. Temuan ini menegaskan bahwa media puzzle efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Downloads
References
Angelia, I. (2024). Pendidikan karakter. Padang: CV LAUK PUYU PRESS.
Agustini, D., & Suryani, N. (2021). Pengaruh penggunaan media puzzle terhadap hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 145–154.
Ayuslikhana. (2025). Pengaruh penggunaan media puzzle terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 9(1), 22–31.
Badriyah. (2022). Media puzzle sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(2), 110–118.
Bruner, J. S. (1960). The process of education. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Fauziah, N., & Widodo, S. A. (2020).Pengaruh media manipulatif terhadap pemahaman konsep matematika siswa SD. Cakrawala Pendidikan, 39(1), 120–130.
Hake, R. R. (1999).Analyzing change/gain scores. Bloomington, IN: Indiana University.
Hosnan, M. (2014).Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Iftitachus. (2023). Media puzzle sebagai alternatif pembelajaran interaktif pada matematika sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1), 45–53.
Juliani. (2024). Pengaruh penggunaan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 66–75.
Kusuma, R. (2021). Media pembelajaran manipulatif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa SD. Jurnal Pendidikan Matematika Dasar, 5(2), 87–96.
Lestari, I., & Kurniawan, D. (2023).Game-based manipulative media to improve elementary students’ mathematics achievement.Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 1–12.
Ma’awiyah. (2022). Efektivitas media puzzle dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 134–143.
Ningsih, S., & Putra, D. F. (2022). Media puzzle dalam pembelajaran matematika SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1), 33–42.
Nur, M., & Wikandari, P. R. (2018).Pembelajaran berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills). Surabaya: Unesa University Press.
Prastowo, A. (2015). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Rahmawati, D., Hidayat, A., & Putri, R. I. I. (2024).Manipulative activities to foster higher-order thinking in elementary mathematics.Journal of Elementary Education, 8(2), 101–113.
Rusman. (2017). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sanjaya, W. (2016).Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Santoso, A. (2025). Computerized adaptive testing (CAT) untuk pengukuran yang lebih akurat dan efisien: Dilema, praktik, dan pengembangannya di masa depan. Universitas Terbuka.
Sari, M., & Pratama, R. (2020).The effect of manipulative media on elementary students’ conceptual understanding in fractions.Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2), 85–96.
Sari. (2025). Pengaruh penggunaan media puzzle terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD pada materi pecahan. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 25–34.
Sinaga, R. (2024). Media puzzle dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 9(1), 40–49.
Suriani. (2024). Efektivitas media puzzle dalam meningkatkan fokus dan motivasi belajar matematika siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(3), 201–210.
Valentine.(2023). Game-based learning media in elementary mathematics learning.International Journal of Elementary Education, 7(1), 55–63.
Wahyuni, S., & Anwar, Y. (2021).Media manipulatif dan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(3), 412–421.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.