ANALISIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUKU SASAK DALAM BAHAN AJAR BIPA TINGKAT B1
Abstract
ABSTRACT
This study aims to describe the local wisdom values contained in the BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) Level B1 teaching materials, analyze their relevance to the local wisdom values of the Sasak ethnic community, and explain their implications for the development of local culture-based BIPA teaching materials. This study employed a qualitative approach using content analysis. The data source consisted of the Sahabatku Indonesia Level B1 textbook, which was analyzed through the processes of identifying, classifying, interpreting, and describing the cultural values embedded in the teaching materials. The findings reveal that the BIPA Level B1 teaching materials incorporate various local wisdom values, including mutual cooperation (gotong royong), tolerance, politeness in language use, and environmental awareness. These values are highly relevant to the local wisdom of the Sasak community, such as besiru (mutual cooperation), tindih (linguistic politeness), customary deliberation, and a harmonious social life. The integration of Sasak cultural values into BIPA teaching materials has the potential to enrich foreign learners' intercultural competence, strengthen character education, and support Indonesia's cultural diplomacy. Therefore, the development of BIPA teaching materials that accommodate the diversity of local cultures is essential to create more contextual, inclusive, and culturally representative Indonesian language learning.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam bahan ajar BIPA tingkat B1, menganalisis relevansinya dengan nilai-nilai kearifan lokal Suku Sasak, serta menjelaskan implikasinya terhadap pengembangan bahan ajar BIPA berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian berupa modul Sahabatku Indonesia Tingkat B1 yang dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan deskripsi terhadap muatan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul BIPA tingkat B1 memuat berbagai nilai kearifan lokal, antara lain gotong royong, toleransi, kesantunan berbahasa, serta penghormatan terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kearifan lokal masyarakat Suku Sasak, seperti tradisi besiru (gotong royong), tindih (kesantunan berbahasa), musyawarah adat, dan kehidupan yang menjunjung tinggi keharmonisan sosial. Integrasi nilai-nilai budaya Sasak dalam bahan ajar BIPA berpotensi memperkaya kompetensi interkultural pemelajar asing, memperkuat pendidikan karakter, serta mendukung diplomasi budaya Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar BIPA yang mengakomodasi keberagaman budaya lokal perlu dilakukan ag ar pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih kontekstual, inklusif, dan representatif terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Downloads
References
Buku :
Rahmawati, S. S., & Hakim, L. (2016). Sahabatku Indonesia Tingkat B1. Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Jurnal :
Melani, B. Z., Astuti, R. W., & Wardana, L. A. (2025). Implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai budaya Sasak dalam layanan pariwisata. Darma Diksani: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 45-58.
Muzakir, M., & Suastra, I. W. (2024). Kearifan lokal suku Sasak sebagai sumber nilai pendidikan di persekolahan: Sebuah kajian etnopedagogi. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1120-1132.
Pasaribu, F. Y., Telaumbanua, T., & Purba, N. (2026). Telaah pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal untuk penguatan kompetensi interkultural. Jurnal Bastra: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 89-102.
Tahir, M., Khair, S., & Nisrina, N. (2025). Analisis penanaman nilai-nilai kearifan lokal suku Sasak untuk mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila siswa sekolah dasar Kota Mataram. GeoScienceEd: Jurnal Pendidikan Geosains, 6(2), 204-215.
Zuhdi, M. H. (2018). Kearifan lokal suku Sasak sebagai model pengelolaan konflik di masyarakat Lombok. Mabasan, 12(1), 64-81.
Zuindra, Z., & Mayasari, D. (2025). Kearifan lokal sebagai representasi budaya dalam pengajaran BIPA: Analisis multimodal teks ajar. Prosiding Seminar Nasional BIPA UMSU, 3(1), 142-155.
Harahap, T. K. (2022). Pengertian dan Konsep Dasar Penelitian Kualitatif. Dalam M. Hasan (Ed.), Metode Penelitian Kualitatif (hlm. 23–37). Tahta Media Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.