ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MEMAHAMI KONSEP SIMETRI DAN TRANSFORMASI MELALUI EKSPLORASI MOTIF BATIK GEDOG TUBAN

Authors

  • Amelia Nur Fajrin Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
  • Luluk Faridah universitas islam darul 'ulum lamongan
  • Khafidhoh Nurul Aini Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.61997

Keywords:

creative thinking, conceptual understanding, ethnomathematics, geometry, symmetry, transformation

Abstract

This study aims to analyze junior high school students' creative thinking skills and conceptual understanding of symmetry and geometric transformation through the exploration of Tuban Gedog Batik motifs. Creative thinking is analyzed using four indicators (fluency, flexibility, originality, and elaboration), while conceptual understanding is analyzed using four indicators (restating a concept, classifying objects with examples and non-examples, presenting a concept in various forms of representation, and using or applying a concept). The background of this research is the low level of students' creative thinking skills and conceptual understanding in mathematics learning, especially in geometry. The study employs a qualitative descriptive approach. Research subjects consist of students representing high, medium, and low mathematical ability. Data are collected through tests, interviews, observations, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andelia, D., et al. (2022). _Penelitian tentang aktivitas etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan siswa membedakan karakteristik bangun geometri_.

Kemendikbud. (2014). _Indikator pemahaman konsep matematis siswa: menyatakan ulang konsep, mengklasifikasikan objek, memberi contoh dan bukan contoh, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi, serta menggunakan dan mengaplikasikan konsep_.

Malik. (2025). _Pembelajaran berbasis etnomatematika mampu mendorong siswa menghasilkan berbagai ide ketika menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual_.

Munandar, U. (2012). _Kerangka indikator kemampuan berpikir kreatif: fluency, flexibility, originality, elaboration_.

OECD. (2022). _Hasil survei PISA dan pentingnya pembelajaran kontekstual_.

Roza, et al. (2024). _Penggunaan konteks batik dalam pembelajaran geometri membantu siswa memahami konsep transformasi dari berbagai representasi visual_.

Rosa, et al. (2016). _Pendekatan etnomatematika dengan mengaitkan konsep matematika dan budaya lokal_.

Shodiq, Juniati, & Susanah. (2025). _Penyajian masalah terbuka (open-ended) dapat meningkatkan kelancaran siswa dalam menghasilkan berbagai alternatif jawaban melalui proses berpikir kreatif_.

Silver, E. A. (1997). _Komponen kemampuan berpikir kreatif dalam matematika: kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi_.

Turan, et al. (2025). _Kreativitas matematika berkembang ketika siswa diberi kesempatan memodifikasi suatu pola menjadi bentuk baru melalui aktivitas eksploratif_.

United Nations. (2015). _Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG 4: Pendidikan berkualitas bagi semua_.

Wati, et al. (2021). _Eksplorasi motif Batik Gedog memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan hubungan antara pola budaya dengan konsep geometri secara lebih mendalam_.

Yulianingrum, et al. (2024). _Penggunaan motif batik dalam pembelajaran geometri mampu mendorong siswa menghasilkan ide-ide kreatif melalui pengembangan pola_.

Downloads

Published

2026-07-23