PEMBELAJARAN BERMAKNA MELALUI PENDEKATAN HUMANISTIK SEBAGAI STRATEGI GURU DALAM MEMBANGUN ANTUSIASME DAN PENERIMAAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS 7H

Authors

  • Mochammad Sukma Mahdi Mawahib Ali Sa'bana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
  • Andre Fransiskus Gultom Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.62299

Keywords:

humanistic approach, meaningful learning, student acceptance

Abstract

Meaningful learning requires teachers not merely to deliver content, but to treat learners as whole individuals with diverse needs, potentials, and backgrounds. This study is a Classroom Action Research (CAR) employing a qualitative approach, aimed at describing the implementation of a humanistic approach as a teacher strategy to build enthusiasm and acceptance of learning among students in class 7H, as well as identifying factors influencing the variation in responses observed. The research was conducted in one action cycle following the stages of planning, acting, observing, and reflecting, involving 32 students as subjects. Data were collected through participatory observation, response questionnaires, and unstructured interviews, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model supported by simple descriptive statistics. The findings show that 84% of students responded positively to the humanistic approach, while 16% exhibited low engagement influenced by four factors: learning motivation, prior conventional learning habits, social relationships, and introverted personality traits. These findings confirm that the success of a humanistic approach is conditional rather than automatic, requiring teachers to design differentiated strategies that accommodate learner diversity. The novelty of this study lies in mapping four determinant factors of acceptance toward the humanistic approach specifically within the context of seventh-grade students in Indonesia, a dimension rarely made explicit in prior similar studies.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andini, M. (2024). Peran guru dalam menciptakan proses belajar yang menyenangkan. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2298–2305. https://doi.org/10.60126/maras.v2i4.637

Anwar, N., Romadhon, T. N., Sandro, A., & Khikmawanto, K. (2023). Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran dalam mendorong kreativitas siswa. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(3), 208–214. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v4i3.240

Aththahirah, A., Hasanah, H. U., & Harahap, A. S. (2025). Teori belajar humanistik: Penerapan teori belajar humanistik dalam pengembangan potensi dan kemandirian peserta didik. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora.

Fikrie, & Ariani, L. (2021). Keterlibatan siswa (student engagement) di sekolah sebagai salah satu upaya peningkatan keberhasilan siswa di sekolah. Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Pendidikan, 103–110.

Habsy, B. Al, Oktafiani, F., Salsabila, D. M., & Zahro, C. I. (2023). Teori humanistik dalam proses pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(2), 12. https://doi.org/10.47134/jtp.v1i2.162

Hayati, E. N. (2024). Karakteristik belajar generasi Z dan implikasinya terhadap desain pembelajaran IPS. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 4(8), 8. https://doi.org/10.17977/um065.v4.i8.2024.8

Hidayat, L., Sumantri, S., & Dallion, E. (2025). Implementasi ice breaking dalam menumbuhkan antusiasme belajar pada peserta didik. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia.

Huda, K., & Djono, D. (2025). Mengintegrasikan teori pembelajaran bermakna dan konstruktivisme dalam pembelajaran sejarah di era digital. Jurnal Artefak, 12(1), 137–146. https://doi.org/10.25157/ja.v12i1.18462

Ibnu, R. R., Asriani, I. C., & Suparmi. (2025). Prinsip humanistik Carl Rogers dalam konteks pembelajaran yang berpusat pada siswa. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(3), 1412–1417.

Indayani, E., & Hartini, S. (2024). Analisa model pembelajaran student centred learning. Jurnal Psikologi Prima, 7(2).

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mubarok, H., & Sayyi, Ach. (2025). Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran humanistik PAI berbasis moderasi beragama di SMP. Dinamika: Jurnal Studi Kepesantrenan dan Keislaman, 3(2).

Nasution, A. Z. I., Mudjiran, M., & Karneli, Y. (2025). Kolaborasi guru dan konselor dalam pendekatan humanistik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Fokus Konseling, 11(1), 12–25. https://doi.org/10.52657/jfk.v1i1.2542

Rahmadania, A., & Aly, H. N. (2023). Implementasi teori hierarchy of needs Maslow dalam meningkatkan motivasi belajar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(4), 261–272.

Rahman, H., Faisal, M., & Syamsuddin, A. F. (2024). Meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui model pembelajaran problem based learning berbantuan multimedia interaktif. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 9(1), 12–24. https://doi.org/10.47435/jpdk.v9i1.2778

Sudrajat, D. R., Dahlan, D., & Budiwati, N. (2023). Refleksi mata kuliah Pendidikan Profesi Guru Prajabatan model baru bidang studi ekonomi LPTK Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2022. Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), 2, 716–725.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D (Edisi Kedua). Bandung: Alfabeta.

Sumantri, B. A., & Ahmad, N. (2019). Teori belajar humanistik dan implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Suparman, S., & Junaidin, J. (2023). Upaya sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(6), 3950–3958. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6469

Yuniarti. (2024). Interaction theory: Faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam pembelajaran PBL di SMA. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan.

Downloads

Published

2026-07-30