Krisis Iklim dan Konflik Agraria: Ancaman Ganda terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia

Authors

  • Maria Fatima Muti Universitas Nusa Cendana
  • Brigita Hilda Taek Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana
  • Samuel Riwu Ratu Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana
  • Fadil Mas'ud Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.35941

Keywords:

climate crisis, agrarian conflict, human rights, indigenous peoples, ecological justice

Abstract

The climate crisis and agrarian conflicts in Indonesia are deeply interconnected as dual threats to the fulfillment of human rights. Climate change worsens socio-ecological conditions in rural areas through environmental degradation, crop failures, and intensified natural disasters, while agrarian conflicts driven by industrial expansion and weak land rights protection marginalize indigenous peoples, farmers, and other vulnerable groups. This literature-based study reveals that the climate crisis amplifies inequalities in access to natural resources and increases the risk of human rights violations, highlighting the need for ecologically just and human rights–based policies to achieve sustainable development in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Creswell, J. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.

Jurnal Ilmu Pemerintahan Indonesia. (2023). Konversi Lahan dan Dinamika Konflik Agraria.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). (2024). Laporan Hak Asasi Manusia dan Krisis Ekologis.

Kompas.id. (2022). Banjir Besar Kalimantan Selatan 2021.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). (2023). Laporan Konflik Agraria 2023.

Laporan tahunan Komnas HAM: Isu lingkungan dan hak asasi manusia. (2024). Komnas HAM RI.

Mas’ ud, F. (2019). Implikasi Undang-Undang Perlindungan Anak Terhadap Pekerja Anak (Suatu Kajian Sosiologi Hukum Terhadap Anak Penjual Koran Di Kota Kupang). JPK (Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan), 4(2), 11–19.

Mas’ ud, F., Izhatullaili, I., Doko, Y. D., & Jama, K. B. (2025). Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Penguatan Literasi Hukum di Era Digital. Haumeni Journal of Education, 5(2), 9–21.

Mas’ ud, F., & Wibowo, I. (2025). Ekologi Kewarganegaraan: Membangun Relasi Harmonis antara Warga, Negara, dan Lingkungan. Media Sains, 25(1), 27–31.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook.

Paulina, M., Dwiputra, R., Mas’ ud, F., & Taneo, K. L. F. (2025). Civic Ecology dalam Pendidikan Kewarganegaraan: Penguatan Kesadaran Ekologis melalui Konservasi Hutan Pulau Timor. Jurnal Civicatio, 1(1), 19–27.

Perubahan iklim dinilai tidak hanya menimbulkan ancaman fisik tetapi juga berpotensi mengancam hak asasi manusia. (2024). Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. https://kemenham.go.id/

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). (2022). Integrasi Kebijakan Reforma Agraria dan Mitigasi Perubahan Iklim. Jurnal Tunas Agraria.

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). (2023). Dampak Kehilangan Hutan Adat terhadap Masyarakat Adat. Jurnal Bhumi.

Universitas Brawijaya. (2021). Adaptasi Petani terhadap Perubahan Iklim di Tuban.

Universitas Pahlawan. (2022). Dampak Ketidakpastian Iklim terhadap Pertanian. Journal of Community Development.

WALHI. (2023). Laporan Dampak Krisis Iklim terhadap Perempuan dan Masyarakat Adat.

Downloads

Published

2025-12-13