MANAJEMEN PROGRAM ANTI-BULLYING DALAM UPAYA MENINGKATKAN EMPATI SISWA SEKOLAH DASAR
MANAJEMEN PROGRAM ANTI-BULLYING DALAM UPAYA MENINGKATKAN EMPATI SISWA SEKOLAH DASAR
Keywords:
PDCA, program management, anti-bullying, empathy, elementary school, case studyAbstract
Bullying at the elementary school level is an issue that affects students’ social-emotional development, including their ability to empathize. This study aims to analyze the management of an anti-bullying program to enhance students’ empathy at SDN Cikancung 06 by using the PDCA (Plan–Do–Check–Act) theory as the analytical framework. The research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, and then analyzed using data reduction, data display, and verification techniques with source and method triangulation.
The results show that the implementation of the PDCA theory is reflected in all stages of the anti-bullying program management. In the Plan stage, the school conducted case mapping, formulated anti-bullying policies, and designed the integration of empathy education into the curriculum. The Do stage was carried out through anti-bullying campaigns, empathy-based learning activities, restorative approaches, and strengthened communication with parents. The Check stage included incident monitoring, assessment of students’ empathetic behavior, and regular reflection by teachers and the anti-bullying team. Subsequently, the Act stage produced follow-up actions such as revising reporting SOPs, adding guidance programs, and strengthening coordination among school stakeholders.
Overall, the application of the PDCA cycle proved effective in helping the school manage the anti-bullying program systematically and sustainably, thus contributing to increased student empathy and the creation of a safe and conducive learning environment. These findings affirm that PDCA can serve as an effective model for managing character-based educational programs
Downloads
References
Amawidyati, S. A. G., Muhammad, A., & Purwanto, E. (2024). Program psikoedukasi bullying untuk meningkatkan efikasi diri guru dalam menangani bullying di sekolah dasar. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 9(3). DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14117
Arikunto, S. (2012). Manajemen pendidikan. Rineka Cipta. BandungBergerak.id. (2015.). Kasus bullying di sekolah: Fakta dan data. https://www.bandungbergerak.id/
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Creswell, J. W. (2012). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK); Pustaka Pelajar. https://library.stik-ptik.ac.id
Damayanti, S., Adnin, I., Ramadhan, A. R., Al Ghifari, M., & Fatihah, H. (2024). Elaboration of a bullying prevention program within child‑friendly schools in the Pancasila education curriculum. Jurnal Sosial Humaniora, 16(1). DOI: 10.30997/jsh.v16i1.12346
Deming, W. E. (1986). Out of the crisis. MIT Center for Advanced Educational Services.
Djoekardi, D. (2024). Sosialisasi program anti bullying dalam rangka menciptakan sekolah damai. Jurnal Kessos, 16(1). DOI: 10.7454/jurnalkessos.v16i1.1117
Eldiorita, I., & Layyinah, L. (2017). Effect of social competence and school stress on bullying behavior in adolescent. Tazkiya Journal of Psychology.
Goetsch, D. L., & Davis, S. (2021). Quality management for organizational excellence: Introduction to total quality (9th ed.). Pearson.
Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.
Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Indonesia. (2015a). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Penilaian Pendidikan oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Indonesia. (2015b). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Sekretariat Negara.
Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Ismayanah, R., Rizkiyah, R., Safitri, M., Nurul Iman, B., & Kurnia, D. (2024). Membangun sekolah aman dengan gerakan anti‑bullying di SDN 1 Astanajapura. Journal on Education, 7(2). DOI: 10.31004/joe.v7i2.8240
Kurniawan, M., Hidayat, M. F., Muslikah, A., Pratiwi, N., & Sari, D. I. (2024). Upaya edukasi anti bullying pada siswa sekolah dasar di Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit. Abdimas Indonesian Journal, 4(2). DOI: 10.59525/aij.v4i2.430
Lusiagama, S. B., Utami, A. B., & Ul Haque, S. A. (2024). How school climate and prosocial behavior relate to bullying among junior high school students in Sorong. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam
Moleong, L. J. (2021 Rosdakarya. //lib.unj.ac.id%2Fslims2%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D1832
Muchtar, H., Rivad, M., Fatmariza, F., & Dewi, S. F. (2024). Upaya sekolah dalam mencegah bullying melalui program anti‑perundungan. Journal of Education, Cultural and Politics, 5(2). DOI: 10.24036/jecco.v5i2.717.
Mulyasa, H. E. (2011). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah (edisi 1). Bumi Aksara.
Mulyasa, E. (2013). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Pratama, R. A., & Husniyah, H. (2024). Efektivitas program anti bullying terhadap karakter siswa di sekolah menengah atas. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 9(1). DOI: 10.30651/sr.v9i01.25628.
Saepudin, A. (2021). Manajemen kesiswaan dan pengembangan karakter siswa di sekolah dasar. Bandung: Alfabeta.
Sari, H., Rosani, M., & Eddy, S. (2025). Impact of bullying on social‑emotional behavior in elementary school students: A case study at SD Negeri 115 Palembang. Journal of Social Work and Science Education. DOI: 10.52690/jswse.v6i2.1230
Siti Fatma Mubarokah, N. : 21104080004. (2024). Peran Dan Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Manajemen Mutu Pendidikan Di Bidang Kesiswaan (Studi Pada Sd Negeri Keputran 1 Yogyakarta) [Skripsi, Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/70190/
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Perpustakaan Universitas Gresik. //digilib.unigres.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D43
Suryani, N. (2023). Reposisi program kesiswaan sebagai instrumen pembentukan karakter di sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, 7(1), 22–34. https://doi.org/10.31219/jmpd.v7i1.9988
Usman, H. (2006). Manajemen: Teori, praktik, dan riset pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Zahraini, D. A. (2024). Model program intervensi anti bullying berbasis sekolah. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 15(2). DOI: 10.33633/lite.v15i2.2844
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
















